Wakapolresta Madiun Harapkan Kota Madiun Zero Pungli

 

Wakapolresta Madiun, Kompol Mujito, SH

MADIUN – Wakapolresta Madiun, Kompol Mujito, SH mengharapkan Kota Madiun zero pungli. Harapan tersebut disampaikan ketika menyampaikan Pembinaan pencegahan Pungutan Liar di Aula Kantor Kemenag Kota Madiun (24 Mei 2018).

“Untuk tahun 2018 sampai saat ini Kota Madiun zero laporan pungli,” Ungkap Mujito. Karena kalau ada Laporan, Polisi harus menindaklanjuti. Kalau tidak ditindaklanjuti justru menjadi masalah.

Kompol Mujito, SH menengarai di dunia pendidikan ada indikasi terjadinya pungli dengan alasan untuk menunjang KBM atau kegiatan lain seperti rekreasi dan pentas seni perpisahan sekolah. Semua pungutan yang dilakukan itu termasuk pungli. “Agar tidak ada pungli, ya jangan mungut sesuatu,” tegas Wakapolresta.

Solusi agar tidak ada pungutan liar dalam menunjang KBM bisa memberdayakan Komite Sekolah. Sebagaimana diatur dalam Permendiknas 75 Tahun 2017 untuk menjembatani kebutuhan Sekolah dibentuk Komite Sekolah. Pada peraturan tersebut ditegaskan bahwa pungutan tidak diperbolehkan, namun kalau sumbangan boleh.

Adapun cirri-ciri sumbangan adalah tidak bersifat wajib alias sukarela untuk Wali Murid, jumlahnya bebas, waktu pelaksanaannya bebas dan ide sumbangan berasal dari Wali Murid atau Komite.

Terhadap pertanyaan Kepala Sekolah terkait penyediaan seragam atau buku oleh Koperasi Sekolah, Wakapolres menilai boleh dilakukan sepanjang hal itu dimaksudkan untuk mempermudah siswa untuk mendapatkan kebutuhan sekolah. Wakapolres mengingatkan bahwa itu semua tidak ada paksaan kepada Wali Murid.

Pembinaan yang dibuka Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun, Drs. Munir, M.Hum diikuti 80 peserta terdiri dari ASN dan Kepala MI sampai MAN di lingkungan Kemenag Kota Madiun. Kepala Kemenag menyadari sebentar lagi masa Tahun Ajaran baru dan Penerimaan Murid Baru di Madrasah, lanjutnya rawan terjadinya pungutan liar. Demikian juga pelayanan masyarakat terutama pencatatan pernikahan di KUA juga berpotensi adanya pungutan liar.

“Oleh karena itu dengan pembinaan ini diharapkan ada pemahaman bersama oleh petugas di lapangan, sehingga tidak terjadi pungli,” harap Munir, M.Hum dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut. (aryo)